Seputar Air

Dapatkan artikel dan tips menarik seputar air dan kesehatan untuk seluruh keluarga Anda

Archive for the ‘Tips Kesehatan’ Category

Air Faktor Terpenting Bagi Tubuh

leave a comment »

Sekitar +75% tubuh manusia terdiri dari air. Beberapa organ tubuh kita yang penting pun ternyata terdiri dari komponen air. Sebut saja otak, memiliki kadar air diatas +90%, darah +90%, jantung +75%, paru-paru +86%, hati +86%, ginjal +83% dan otot sekitar +75%.

Maka tidak salah jika para ahli kesehatan menganjurkan kita untuk sedikitnya mengkonsumsi air putih sebanyak 8-10 gelas perhari atau setara dengan 2 liter untuk tiap harinya. Air tersebut digunakan untuk menjaga kestabilan metabolisme tubuh agar berjalan baik diantaranya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang atau keluar baik itu melalui keringat, air seni, sekresi dll.

Berikut adalah fungsi air bagi tubuh :

- Membantu proses pencernaan
– Menjaga kestabilan suhu tubuh dan keseimbangan tubuh
– Membantu proses penyerapan zat makanan didalam tubuh
– Membuang racun, kotoran serta zat-zat yang tidak berguna
– Membantu peredaran darah
– Merawat kesegaran kulit
– dll

Permasalahannya adalah kualitas air seperti apa yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut diatas.
Tentunya yang paling utama adalah kualitas air yang mempunyai kandungan oksigen yang banyak, kandungan mineral (yang berguna bagi tubuh) yang banyak dan meniadakan kontaminan (polutan) yang membahayakan bagi tubuh.

Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini tentunya kualitas air seperti yang digambarkan diatas sangatlah langka apalagi dikota-kota besar dimana banyak terjadi pencemaran berupa limbah pabrik, asap kendaraan dan banyak lagi.

Berikut adalah penyakit apabila kita meminum air yang tercemar ; Ginjal, Kulit, Hati, Prostat, Sakit Kepala, Infeksi Lambung, Darah Tinggi, Kanker dll.

Ada dua hal yang patut kita perhatikan, yaitu :
1. Bagaimana cara mendapatkan air itu sendiri, dan
2. Bagaimana cara mengolah air tersebut untuk siap diminum

Written by oxycjdw1

Agustus 22, 2008 at 2:14 pm

Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan Melonjak Tahun 2001

leave a comment »

Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan Melonjak Tahun 2001

Jakarta, Kamis

Konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) di dalam negeri melonjak signifikan pada tahun 2001 yang diperkirakan mencapai 26,2 liter per kapita per tahun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di level 9-12 liter per tahun.

“Tuntutan hidup sehat dan membaiknya perekonomian di dalam negeri membuat konsumsi AMDK di dalam negeri terus meningkat sejak krisis 1998 yang hanya mencapai sembilan liter per kapita per tahun,” kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), R Soekardi, di Jakarta, Kamis (8/11).

Kendati demikian, konsumsi AMDK nasional masih rendah dibandingkan sejumlah negara lainnya di Asia Tenggara seperti Thailand yang mencapai 73 liter per kapita per tahun. Sedangkan konsumsi AMDK tertinggi di dunia adalah Uni Emirat Arab dengan total konsumsi mencapai 113 liter per kapita per tahun.

Ia optimis konsumsi air minum di Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, tuntutan hidup sehat, dan pertumbuhan ekonomi. Ketua Aspadin lainnya, Willy Sidharta menambahkan, konsumsi AMDK nasional baru mencapai skala ekonomis jika mencapai 70 sampai 80 liter per kapita per tahun.

“Pasar Indonesia yang besar mencapai 200 juta penduduk dan diperkirakan akan mencapai 240 sampai 250 juta penduduk pada 2010 menarik investor asing untuk menyertakan modalnya ke industri AMDK lokal,” papar Willy yang juga menjadi Direktur PT Aqua Golden Missippi.

Aqua sendiri telah diakuisisi sejumlah sahamnya oleh Danone, demikian pula dengan Ades yang diakuisisi Coca-Cola. Masuknya investor asing tersebut, lanjutnya, dipicu oleh kebijakan pemerintah yang tidak lagi memasukkan AMDK dalam daftar negatif investasi. Kendati demikian, akuisisi di AMDK nasional masih sebatas pemindahan modal asing ke perusahaan lokal.

Menurut Soekardi, sejauh ini akuisisi tidak berdampak negatif pada perusahaan AMDK nasional, seperti PHK baru atau manajemen dikuasai asing. Bahkan dengan kesertaan asing membuat perusahaan AMDK nasional mampu melakukan efisiensi untuk bersaing di pasar bebas ASEAN (AFTA).

“Dengan demikian pada era pasar bebas nanti, pemain asing yang masuk ke sini tidak akan laku karena industri AMDK nasional sudah efisien, di samping sifat pasar AMDK yang lebih berorientasi pasar dalam negeri,” ungkapnya.

Konsentrasi pasar dalam negeri tersebut karena sifat AMDK yang bahan baku utamanya di dapat dari negeri sendiri sehingga tidak bisa diekspor jauh-jauh karena tidak memenuhi skala ekonomis akibat biaya angkut yang tinggi.

Produk AMDK nasional sempat diekspor ke Australia, namun karena biaya angkutnya yang tinggi, jumlah ekspornya terus berkurang dan kalah bersaing dengan produk AMDK setempat. Sedangkan pasar ekspor utama AMDK adalah Singapura yang relatif dekat dengan Indonesia. Sekitar 70 persen ekspor AMDK nasional ditujukan ke negeri jiran itu yang memang tidak memiliki sumber air minum. Pada tahun 2000, total ekspor AMDK mencapai 4,01 juta dolar AS.    (Ant/ima)

http://www.kompas.com/

Written by oxycjdw1

Agustus 21, 2008 at 9:28 am

Ditulis dalam Air Minum, Tips Kesehatan

Tagged with

Bahaya! Memberi minum air kepada bayi

leave a comment »

PARA ahli kesehatan dari  Johns Hopkins Children’s Center di Baltimore Amerika Serikat  memperingatkan para orang tua untuk tidak memberi minum air kepada bayi di bawah usia enam bulan. Menurut hasil penelitian mereka, bayi di bawah 6 bulan akan terancam mengalami intoksikasi atau keracunan jika terlalu sering meminum air.

Sudah menjadi standar baku bahwa bayi di bawah usia 6 bulan seharusnya hanya mendapatkan makanan dari Air Susu Ibu (ASI).  Selain steril, ASI adalah makanan alami yang padat nutrisi dan tidak mungkin diimbangi oleh susu formula atau makanan buatan lainnya.

Menurut para ahli di John Hopkins, memberikan air kepada bayi dikhawatiran dapat  memicu refleks haus sehingga mereka akan kelebihan cairan.

“Bahkan ketika masih sangat mungil, bayi  memiliki refleks akan rasa haus atau keinginan untuk minum. Ketika bayi kehausan dan ingin minum, cairan yang mereka butuhkan nantinya akan melebihi kebutuhan ASI atau  susu formula ,” ungkap Dr. Jennifer Anders,  salah seorang dokter anak di John Hopkins Children’s Center seperti dikutip Reuters Health.

Oleh karena organ ginjal bayi belum sempurna,  lanjut Anders, memberi terlalu banyak air kepada bayi akan mengakibatkan tubuh mereka mengeluarkan sodium dan air buangan dalam jumlah banyak.  Kehilangan sodium akan mempengaruhi aktivitas otak, oleh karena itu gejala awal keracunan dapat berwujud seperti irritabilitas, mengantuk dan perubahan mental lainnya.

Gejala lainnya dapat berupa rendahnya temperatur atau suhu tubuh (secara umum 97 derajat Fahrenheit), pembengkakan pada muka dan kejang-kejang. “Ini merupakan  kondisi yang tidak terang-terangan,” ungkap Anders.

Gejala-gejala awal keracunan ini tidaklah tampak, oleh karena itu kejang-kejang mungkin gejala pertama yang harus diwaspadai orang tua . Namun bila seorang anak mendapatkan penanganan medis sejak dini, kejang yang dialami anak kemungkinan tidak akan menimbulkan efek jangka panjang, tambahnya.

Anders dan rekannya mengatakan, air  putih sebagai sebuh minuman seharusnya dihindari oleh bayi usia enam bulan atau usia di bawahnya. Para orang tua juga harus mencegah penggunaan susu formula yang terlalu encer, atau minuman bayi  yang mengandung elektrolit.

Anders juga menambahkan,  pada beberapa kasus tertentu  pemberian air pada bayi mungkin tepat. Misalnya, bayi yang usianya lebih tua diperbolehkan mendapat sedikit air untuk membantu mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi) atau saat cuaca sangat panas.  Tetapi para orang tua seharusnya selalu berkonsultasi dahulu dengan dokter anak sebelum melakukannya, sertaa hanya boleh memberi bayi satu atau dua ons air .

Jika orang tua mencurigai bayi mereka mengalami intoksifikasi,  atau bayi mengalami kejang-kejang, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Written by oxycjdw1

Agustus 19, 2008 at 2:59 pm

Ditulis dalam Air Minum, Kesehatan, Tips Kesehatan

Tagged with

Ingin Pergi? Bawa Sebotol Air Minum

leave a comment »

KEBIASAAN membawa botol air minum dalam perjalanan atau saat pergi ke mana pun mungkin belum menjadi  tren di masyarakat. Bila haus di tengah jalan, kebanyakan dari kita lebih suka membeli sebotol minuman ringan beraroma teh atau soda atau pun air mineral.

Kebutuhan tubuh akan cairan memang tak bisa dibantah. Cairan penting dalam memelihara keseimbangan serta proses metabolisme tubuh.  Bila asupan cairan ke dalam tubuh tak seimbang dengan pengeluaran, maka dipastikan Anda akan mengalami gangguan atau pun dehidrasi.

Dalam memenuhi kebutuhan cairan, sebaiknya pilihlah minuman yang baik dan tak menimbulkan risiko bagi kesehatan. Salah satu yang terbaik tentunya adalah air putih, meski faktanya cairan ini kalah populer ketimbang minuman beraroma dan beranekarasa yang beredar di pasaran.

Nah supaya Anda tidak meremehkan khasiat air putih, berikut adalah enam  fakta ilmiah betapa kebiasaan minum cukup air putih setiap hari penting bagi tubuh.

1. Mempertahankan keseimbangan  cairan tubuh.
Fakta medis menunjukkan tubuh manusia 60% terdiri dari cairan.  Fungsi-fungsi cairan ini adalah untukproses pencernaan, penyerapan, sirkulasi, produksi air ludah, transportasi nutrisi dan mempertahankan suhu tubuh.

2.  Membantu mengendalikan kalori.
Sejak lama, orang yang sedang menjalani program diet melakukan kebiasaan banyak minum air putih sebagai strategi menurunkan berat badan.  Meskipun air tidak menghasilkan efek magis, menggunakannya sebagai pengganti minuman berkalori tinggi tentu saja akan sangat membantu.

“Program diet akan berhasil jika  Anda memilih air atau minuman non- kalori sebagai pengganti minuman yang kalori.  Lalu diet dengan makanan yang kaya cairan yang lebih menyehatkan, berisi dan membantu Anda memangkas kalori,”ungkap peneliti dari University State of Pennsylvania  Barbara Rolls, PhD, penulis buku The Volumetrics Weight Control Plan.

3. Membantu membangkitkan otot.
Sel-sel yang tidak mampu mempertahankan keseimbangan akan cairan dan elektrolit, akan berakibat pada kelelahan otot.  Ketika sel-sel otot tidak memiliki cairan yang cukup, mereka tidak akan berfungsi dengan baik dan kemampuannya berkurang.

Minum air saat berolahraga juga sangat penting.  American College of Sports Medicine merekomendasikan bahwa dua jam sebelum berolahraga sebaiknya seseorang meminum 17 ons cairan.

4.  Membuat kulit tetap bercahaya.
Kulit Anda sebenarnya mengandung banyak air dan berfungsi sebagai benteng dalam mencegah ekses hilangnya cairan tubuh.  Namun begitu, jangan harap bahwa kelebihan cairan dapat dijadikan sebagai cara ampuh menghilangkan kerutan dari garis pada kulit .

5.  Memelihara fungsi ginjal
Cairan tubuh merupakan media yang juga mentransportasikan sisa atau limbah untuk keluar dan masuk ke  dalam sel.  Racun utama dalam tubuh adalah nitrogen urea darah,  sejenis cairan yang dapat melewati ginjal untuk kemudian diprose dan dieksresikan dalam bentuk urin.

Ketika tubuh memiliki cukup cairan, urin akan mengalir bebas, jernih dan bebas bau.  Ketika tubuh tidak punya cuku cairan, konsentrasi urin, warna dan bau akan lebih kentara karena ginjal harus menyerap cairan ekstra untuk menjalankan fungsinya.  Tak heran bila Anda minum sedikit air, risiko Anda mengalami batu ginjal akan meningkat terutama pada iklim hangat atau panas.

6.  Mempertahankan fungsi normal usus.
Asupan cairan yang cukup akan membuat makanan yang melewati saluran cerna dapat mengalir lancar dan mencegah terjadinya kosntipasi.  Ketika Anda tidak punya cukup cairan, usus akan menyerap cairan dari feses atau tinja untuk tetap menjaga hidrasi.  Alhasil, tentu saja buang air besar Anda akan bermasalah.

Written by oxycjdw1

Agustus 19, 2008 at 2:56 pm

Ditulis dalam Air Minum, Lingkungan, Tips Kesehatan

Tagged with

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.