Seputar Air

Dapatkan artikel dan tips menarik seputar air dan kesehatan untuk seluruh keluarga Anda

Minum Air Tawar, Jaga Kesehatan Ginjal

leave a comment »

PROBLEMATIKA kesehatan seputar ginjal semakin mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Demikian pula pada Hari Ginjal Sedunia, 8 Maret 2007 lalu, “ Sehatkah ginjal anda?” menjadi pertannyaan utama. Hari Ginjal Sedunia (HGS) yang baru diperingati sejak 2006 itu sendiri sudah dilaksanakandi lebih dari 50 negara termasuk Indonesia, sehingga upaya dunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global tentang pentingnya fungsi ginjal dan perlunya menjaga kesehatan ginjal.

Ginjal memang  merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital. Bisa dibayangkan, betapa keras kerja ginjal kita setiap harinya. Dengan sirkulasi darah, ginjal yang berukuran sebesar dua kepalan tangan orang dewasa dapat menyaring rata-rata 200 liter atau sama dengan 20 ember darah perhari. Ginjal menyaring racun dan kelebihan air dalam darah, serta mengendalikan tekanan darah, memroduksi sel darah merah dan menentukan kesehatan tulang.

Tetapi memang kebanyakan kita kurang pandai menjaga kesehatan ginjal. Karena , menurut data sebagaimana dipublikasikan Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Departem,en Kesehatan. 1 diantara 10 orang dewasa diperkirakan mengalami kerusakan ginjal dengan tingkat kerusakan berbeda-beda.

Pada gangguan atau kerusakan ginjal tingkat ringan, gangguan ginjal sering tidak dirasakan, sehingga kemudian akhirnya kerusakan berlarut-larut sampai pada keadaan yang disebut Penyakit Ginjal Kronis (PGK).

Kalau sudah sampai pada tingkat ini, maka seseorang biasanya m engalami tekanan darah tinggi, terkena diabetes, serangan jantung, dan stroke. Gangguan kemudian memburuk dan sampai pada tahap tidak berfungsinya ginjal. Pada tahap ini, maka jalan yang dapat diambil hanyalah transflantasi atau dialisis(cuci darah), yang membituhkan biaya sangat besar.

Padahal, gangguan atau penyakit ginjal dapat dideteksi dengan mudah pada tahap dini. Tes sederhana secara berkala seperti pemeriksaan air seni, darah dan tekanan darah. Begitu gangguan terdeteksi, telah tersedia cara untuk menghambat bahkan menghentikan perkembangan PGK.

Penyakit ginjal sudah dapat diobati. Bagi masyarakat miskin, dialisis atau cuci darah dan transplantasi bahkan dapat dijalani tanpa harus membayar dengan adanya program Askeskin ( Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin ). Transplantasi sudah di lakukan di Indonesia sejak tahun 1977 dan teknologinya sudah berkembang cukup baik. Kesulitan utamanya adalah menemukan orang yang mau meberikan ginjalnya untuk proses transplantasi.

Banyak cara dilakukan untuk menjaga kesehatan kesehatan ginjal. Antara lain dengan mengonsumsi makanan ynag sehat, minum air tawar secara mencukupi, dan jangan menunda pergi kekamar mandi untuk buang air kecil. Seseoarang yang terlalu sering menunda buang air kecil, dapat menyebabkan pengendapan pada ginjal yang disebit dengan batu ginjal.

(Sumber: Kedaulatan Rakyat, terbitan minggu 25 Maret 2007)

Written by oxycjdw1

Agustus 22, 2008 pada 1:40 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: